Pekanbaru, 12/11/2021. "Tantangan dunia pendidikan semakin berat seiring dengan perkembangan dinamika peradaban dunia, terlebih lagi adanya revolusi industri 4.0 yang harus dijawab dengan pola-pola dan strategi baru bidang pendidikan. Dunia pendidikan harus beradaptasi dengan strategi baru dengan perkembangan teknologi yang luar biasa. Saat ini, perkembangan teknologi telah membantu proses pembelajaran secara daring dengan zoom meeting, google classroom, dan media lain yang digunakan dalam meningkatkan pembelajaran, terutama saat pandemic Covid 19".
Pernyataan di atas disampaikan oleh Dosen FH Unilak, Zulkarnaen Noerdin, S.H.,M.H., memberi Sambutan Sekapur Sirih dalam Pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Dewan Pendidikan Provinsi Riau. Zulkarnaen Noerdin, S.H.,M.H. yang juga Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau mengatakan bahwa Proyeksi kebutuhan pendidikan di masa mendatang terdapat pada 3 ranah utama, yaitu pembangunan karakter, pengembangan karakter moral dan akhlak, serta nilai kejujuran dalam menunjang pembangunan. Menurut Zulkarnaen Noerdin, S.H.,M.H., 3 tahun berturut-turut Finlandia mendapat penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Negara yang paling bahagia di dunia. Salah satu instrumen untuk mengukur kebahagiaan adalah kejujuran. Dalam 15 tahun terakhir ini, pemerintah Finlandia berupaya keras dalam mengembangkan program kejujuran. Selain itu, Etos kerja menjadi penting, karena orang jujur harus bekerja keras, disiplin. Siklus antara kejujuran, kerja keras, dan akhlak saling terkait karena bagian dari pembangunan karakter dan penguatan suatu bangsa.
