Pekanbaru, (10/11/2021) Dekan Fakultas Hukum Unilak Dr Fahmi, S.H., M.H., beserta Wakil Dekan 1 dan Wakil Dekan 3, serta Sekretaris Prodi FH menjadi peserta dalam kegiatan Sosialisasi dan Desiminasi Hasil Tracer Studi Tahun 2021 Universitas Lancang Kuning pada 10 November 2021 di Swiss-Bellin Hotel Kota Pekanbaru. Kehadiran pimpinan Fakultas Hukum dan Prodi Ilmu Hukum dalam kegaiatan ini atas undangan Rektor Unilak Nomor 3052/Unilak/DK/2021 tertanggal 5 November 2021. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 3 Unilak, Dr. Bagio Kadaryanto, S.H.,M.H. Dalam sambutan, Wakil Rektor 3 Unilak mengatakan bahwa Tracer Studi saat ini menjadi poin penting dalam penilaian akreditasi, terutama bagi Prodi di Unilak yang akan mengajukan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) pada tahun ini. Menurut Wakil Rektor 3, hasil Tracer Studi harus didesiminasikan untuk mengetahui posisi alumni, memetakan potensi alumni di dunia kerja, dan pengembangan kurikulum yang harus dikembangkan oleh perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
Pemateri kegiaatan ini adalah Dr. Indra Purnama, M.Sc., selaku Ketua Pusat Pengembangan Kewiusahaan dan Karir (P2K2) dan Tengku Kespandiar, S.E.,M.M., sebagai Kampus Relation Manager PT RAPP. Dalam presentasinya, Indra Purnama menyampaikan hasil analisis Tracer Studi Tahun 2019 dan 2020. Metode pengumpulan data Tracer Studi dilakukan melalui Sosialisasi Web dan You Tube, WA Grup Alumni, WA Grup Dosen, menghubungi Chat WA, menghubungi dengan call WA dan HP, dan membantu mengisikan Tracer Studi. Menurut Indra Purnama, Tim Tracer Studi telah berbulan-bulan bekerja keras dalam mengumpulkan data alumni baik siang maupun malam. Menurut Indra Purnama, isian Tracer Studi alumni FH Unilak telah melampaui target yang ditetapkan oleh ISK, sehingga isian Tracer FH tertinggi dibandingkan Prodi lain di Unilak. Keberhasilan ini merupakan prestasi yang luar biasa untuk Tracer Studi FH yang dilaksanakan oleh Wilda Arifalina, S.H.,M.Kn., M.Kn. Saat ini, Sistem Tracer Studi yang dipersiapkan oleh P2K2 saat lebih mudah dibandingkan dibandingkan sistem yang dipersiapkan sebelumnya.
Pemateri Tengku Kespandiar, S.E.,M.M., menyampaikan presentasi tentang pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia industri, sehingga desain kurikulum sesuai dengan dunia kerja. Saat ini, perusahaan tidak ingin memikirkan kompetensi calon karyawan karena peningkatan kompetensi karyawan itu adalah wewenang perguruan tinggi saat yang bersangkutan masih menjadi mahasiswa. Menurut Kespandiar juga, program magang ke perusahaan itu sangat penting saat ini, karena magang memberikan pengalaman bagi mahaiswa. Calon mahasiswa magang harus membuat proposal magang berupa rancangan yang akan dilaksanakan selama magang, sehingga program magang itu harus dapat dikukur keberhasilan magang mahasiswa. Selain itu, kemampuan hard skill dan soft skill mahasiswa harus disesuaikan dengan era teknologi informasi. Mahasiswa harus menguasai teknologi informasi seperti membuat konten dalam video, mengdit video, dan presentasi dengan video
Selain itu Rektor Unilak sangat setuju dengan pernyataan Kespandiar bahwa mahasiswa harus diberi pelatihan Psikotes sejak awal menjadi mahasiswa agar mahasiswa terbiasa dengan pola-pola tes ketika mahasiswa tersebut masuk ke dunia kerja. Selain itu, program magang yang dikembangkan oleh Unilak dan FH Unilak harus spesifik. Terkait dengan Dosen Praktisi, Unilak telah memberikan peluang kepada praktisi untuk diuruskan NIDK oleh Unilak. Selain itu, menurut Rektor, program magang unilak tidak hanya fokus pada perusahaan besar, namun juga perusahaan-perusahaan kecil atau star up.
