Rektor Unilak Beri Pembekalan dan Motivasi Bagi Mahasiswa Yang Kuliah di Kampus Lain

Unilak Pekanbaru-Rektor Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Dr Junaidi memberikan pembekalan kepada mahasiswa Unilak yang lolos untuk mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 yang akan kuliah di luar kampus lancang Kuning.

Pembekalan dan motivasi dilakukan saat pelepasan kepada 36 mahasiswa, di aula gedung Rektorat Unilak, turut hadir ketua Program MBKM Unilak Dr. Indra, Sektretaris MBKM Unilak Ambar Tri Ratnaningsih, S Hut, M.Si,,  Dekan, Wakil Dekan, Dosen, Kaprodi, Kepala Biro, Senin/08/2022.

Mahasiswa yang lolos program pertukaran mahasiswa ini berasal dari lima fakultas dan 8 prodi di Unilak yaitu, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan dan Vokasi (Fadiksi). Sementara untuk Prodinya ada Prodi Teknik Sipil, PG PAUD, Ilmu Hukum, Arsitektur, Manajemen, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Biologi dan Agribisnis.

Sebanyak 36 mahasiswa akan melakukan kuliah di luar kampus Unilak selama 4,5 bulan, beberapa kampus tujuan yaitu ITB, IPB, Univeritas Airlangga, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Hasanudin Makassar, Universitas Al Azhar, Universitas Padjajaran, dll. Mahasiswa yang ikut program pertukaran mahasiswa telah lolos seleksi internal maupuan ekternal. Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 ini di gagas oleh Menteri Pendidikan diikuti lebih dari 120 kampus di Indonesia dan lebih dari 10000 mahasiswa lolos. 

Dr Junaidi dalam arahannya mengucapkan selamat kepada 36 mahasiswa Unilak yang telah lolos mengikuti program pertukaran mahasiswa. Program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan institusi Unilak. Saya berpesan mahasiswa untuk dapat menjaga nama baik Lancang Kuning, meningkatkan disiplin, rajin belajar,kemudian kenali budaya setempat, serta tingkatkan rasa kebhinekaan. 

" Setiap kampus memiliki cara dan budaya yang berbeda, saya berharap mahasiswa Unilak  dapat cepat beradaptasi. Contohnya suasana kampus Unilak dengan kampus Airlangga Surabaya, di kota Surabaya itu waktunya lebih cepat karena masuk Indonesia Timur, beda di Pekanbaru, Surabaya paginya lebih awal, artinya aktifitas kuliah akan berbeda dengan Pekanbaru, maka harus disiplin dan tepat waktu, tugas dari dosen segera dikerjakan dan selesaikan. Saya berpesan untuk banyak bersilaturahmi, berteman, dan bergaul, ." ujar Dr Junaidi.

Salah satu mahasiswa yang lolos program, Brigita Manulang mahasiswi semester lima Fasilkom Unilak tidak menyangka akan bisa merasakan kuliah di ITB. Dikatakanya program dari Pak Menteri ini memberikan manfaat kepada saya, saya bisa merasakan kuliah di ITB. " Saya merasa senang bisa ikut lolos pertukaran mahasiswa ini bahkan di kampus Unggul ITB, pesan pak Rektor akan saya pegang dan jalankan," ujar mahasiswi Prodi Sistem Informasi ini.

Sementara itu Dekan Fakultas Teknik Unilak Dr Zainuri saat ditemui memberikan apresiasi kepada Prodi Arsitektur yang meloloskan 11 mahasiswa untuk program pertukaran mahasiswa. Alhamdulillah Prodi Arsitektur terbanyak di internal Unilak yang lolos pertukaran mahasiswa, mudah mudah ini menjadi pemicu Prodi lain, ini pengalaman luar biasa bagi anak anak, bisa belajar di tempat orang lain, menimba ilmu dan pengalaman, iklim akademik berbeda dari Lancang Kuning.

Dijelaskan Dr Zainuri Prodi Arsitektur menerapkan bimbingan kepada mahasiswa untuk dapat lolos program pertukaran mahasiswa merdeka dan ini terbukti, Arsitektur terbanyak. " Saya ucapkan terima kasih kepada Kaprodi Arssitektur Dr Yose atas bimbingannya, mereka (mahasiswa) mau keluar untuk belajar di tempat lain dan mau membuka pola pikir, mereka ini mendapatkan uang saku 1,2 juta perbulan dan dibiayai oleh negara."

 

Tuliskan Komentar